Jumat, 19 Desember 2008

Bab 6, Bab 7, Bab 8

BAB 6

PESAN : BENTUK, MAKNA,
DAN PENYAJIAN
HAKIKAT PESAN MANUSIA DAN PESAN

Menurut kesimpulan pada bagian yang lalu adalah bahwa peralatan rohaniah (hati nurani, akal, budi, dan naluri) bekerja sepanjang kesadaran manusia pemiliknya : menghasilkan falsafah hidup, konsepsi kebahagiaan, motif komunikasi yang mendorong manusia melakukan tindak komunikasi dengan menyampaikan pesan.

Awalnya sebelum bahasa lisan dan tulisan ditemukan, manusia hanya menggunakan mimik, gerak-gerik, serta suara untuk menyampaikan apa yang mereka pikir dan rasakan. Pemikiran dan perasaan manusia yang disampaikan agar orang lain memahamidirinya kita disebut pesan.

Selain bentuk pesan, terdapat dua dimensi lain dari pesan yang perlu kita kaji, yaitu makna pesan dan penyajian pesan. Bentuk pesan tidak berarti apa-apa tanpa makna, dan makna pesan sangat tergantung pada penyajiaanya.

BENTUK PESAN LAMBANG KOMUNIKASI

Lambang komunikasi kita artikan sebagai kode atau symbol atau tanda yang digunakan komunikator untuk mengubah pesan yang abstrak menjadi konkret. Komunikan Anda tidak akan tahu apa yang Anda piker dan rasakan sampai Anda mewujudkan pesan ke dalam salah satu bentuk lambang komunikasi : mimik, gerak-gerik,suara,bahasa lisan, atau bahasa tulisan.

Sedemikian banyaknya symbol yang diciptakan dan digunakan manusia untuk menyampaikan pesan, membuat manusia disebut animal symbolicum, hewan yang menggunakan simbol-simbol.

Manusia membuat symbol dan member makna atas symbol untuk merujuk ada obyek atau gagasan tertentu. Untuk benda berkaki empat, berfungsi sebagai tempat duduk, dalam lambang komunikasi bahasa Indonesia disebut “kursi”, dalam bahasa Inggris lambang komunikasinya adalah “chair”.

Bentuk pesan dan Makna Pesan dalam Pikiran Pemakai

Hubungan antara bentuk pesan dengan makna pesan dalam pikiran pemakainya menghasilkan dimensi-dimensi sebagai berikut :
. Dimensi Referential yaitu makna merujuk pada obyek tertentu.
Dimensi Experiential yaitu makna berkaitan dengan pengalaman dan pendidikan pemakai atas obyek.

Dimensi Purposive yaitu makna berkaitan dengan tujuan dari manusia pemakainya.

BAB 7

Tahapan Proses komunikasi :

1. Proses komunikasi tahap 1 : Penginterpretasian yaitu Motif komunikasi terjadi di dalam diri komunikator
2. Proses Komunikasi tahap 2 : Penyandian yaitu Akal dan Budi manusia berfungsi sebagai Encoder.
3. Proses Komunikasi tahap 3 : Pengiriman yaitu Komunikator melakukan tindak komunikasi, mengirim lambang komunikasi dengan peralatan jasmaniahnya yang berfungsi sebagai transmitter.
4. Proses komunikasi tahap 4 : Perjalanan yaitu komunikasi terjadi antara komunikator dan komunika, sejak pesan dikirim hingga pesan diterima.
5. Proses Komunikasi tahap 5 : Penerimaan yaitu komunikasi melalui peralatan jasmaniah komunikan.
6. Proses komunikasi tahap 6 : Penyandian balik yaitu Komunikasi diteirma melalui peralatan jasmaniah yang berungsi sebagai receiver hingga akal budi manusia berhasil mengurainya.
7. Proses komunikasi tahap 7 : Penginterpretasian yaitu Proses komunikasi tahap 7 yang relative sama dengan tahap 1

Bab 8

GANGGUAN PESAN

Ada 7 model gangguan pesan

1. Gangguan pada akal budi komunikator ketika menjalani fungsi penginterpretasian
Ketika komunikator mencoba menginterpretasikan motif komunikasinya, yakni apa yang dipikir dan dirasakan, tiba- tiba akal budinya tidak berfungsi.

2. Gangguan pada akal budi komunikator ketika menjalani fungsi pemyandian
Ini terjadi ketika Anda lupa tentang satu istilah, sementara konsep tentang istilah itu ada di benak anda.

3. Gangguan pada pealatan jasmaniah ketika menjalani fungsi pengiriman
Seorang pedagang Cina menjawab seorang ibu yang menawar barang dengannya, “lu gila”. Maksudnya, rugilah.

4. Gangguan pada saluran / media komunikasi
Pada komunikasi tatap muka tanpa media, terdapat kemungkinan peristiwa ini : Anda harus berbicara di dalam suatu pabrik yang mesinnya meraung keras. Anda sudah berteriak, namun raungan itu tetap menganggu, komunikan Anda tidak mendengar dengan jelas.

5. Gangguan pada peralatan jasmaniah komunikan ketika menjalani fungsi penerimaan
Komunikan yang berfungsi sebagai receiver, alat penerima bermasalah, maka membuat pesan diterima tidak sebagaimana yang dikirmkan atau bahkan tidak dapat diterima.

6. Gangguan pada akal budi komunikan ketika menjalani fungsi penyandian balik
Apabila Anda menggunakan bahasa Indonesia pada seorang asing yang tidak mengerti bahasa Indonesia,pengetahuan akal komunikan anada gagal mengurai lambang komunikasi yang anda gunakan itu sehingga ia tidak dapat menangkap pesan anda

7. Gangguan pada akal budi komunikan ketika menjalani fungsi penginterpretasian
Ini terjadi ketika lambang komunikasi telah berhasil diurai maka komunikan anda mengerti perkataan anda.

Tidak ada komentar: